December 13, 2019

USTADZ BADAWI : Bertahan Puluhan Tahun di Lokasi Prostitusi

Responsive image

Ustadz Badawi, begitu beliau dipanggil oleh warga dan anak-anak pengajian binaannya. Beliau tinggal sudah lama sekali di sebuah kampung, di provinsi Kalimantan Barat yang dulunya merupakan lokasi prostitusi. Beliau bercerita bagaimana perjuangannya untuk memakmurkan masjid yang ada di lokalisasi tersebut, bahkan sambil mengajak anak-anak disitu untuk mengaji. Berat memang pengorbanan dan perjuangan beliau waktu itu, disaat kampungnya itu penuh dengan kemaksiatan, namun beliau berusaha selalu istiqomah menjadi secercah cahaya dalam kegelapan. Sungguh mulia keinginan beliau, ingin merubah tanggapan tidak baik terhadap kampung tersebut, menjadi sebagaimana kampung-kampung lainnya, meski berat untuk dilakukan. Namun beliau tidak putus asa, dengan menjadi pengurus masjid, menjadi ustadz, dan mengajar ngaji anak-anak di situ harapannya lambat laun khususnya masyarakat disitu menjadi lebih baik kehidupannya, khususnya dalam urusan agamanya.

Memang tempat prostitusi itu sudah lama dipindah ke tempat yang baru dan jauh dari situ, namun susah sekali menghilangkan tanggapan jelek terhadap kampung tersebut, bahkan kata beliau, meski sudah lama dipindah, masih saja ada satu atau dua orang yg masih melakukan kegiatan/transaksi kemaksiatan di kampung itu, meski sudah tidak berani terang-terangan. Maka beliau pun semakin berkeinginan untuk terus mengabdi dalam rangka dakhwah di kampung tersebut. Namun ada informasi kurang menyenangkan kami dapat dari beliau, bahwa rumah sederhana yang sudah lama beliau tempati, sudah ada peringatan bahwa mau digusur/dipindahkan, karena memang tanah tersebut bukan miliknya, melainkan milik sebuah instansi. Namun itu tidak membuat beliau menyerah untuk terus berdakwah di kampung tersebut.

Alhamdulillah setelah sebelumnya Tim Yakesma mengunjungi beliau di rumahnya untuk silaturahim dan melalukan assesment singkat, Yakesma putuskan untuk memberikan bantuan berupa kafalah/gaji bulanan kepada beliau, karena beliau masih mengajar anak-anak mengaji bahkan ada anak yatim yg menjadi binaannya, dan beliau juga masih semangat mengurus masjid dan kegiatannya di kampung tersebut. Yang mana selama ini memang beliau ikhlas tanpa pamrih melakukannya.

Mari kita ikut peduli dengan para Da’i yang selama ini berdakwah yang kadang banyak luput dari perhatian masyarakat atau yang terkait lainnya. Karena merekalah penerus risalah dakwah dan pencetak generasi Rabbani masa depan bangsa dan agama ini. Terimakasih kepada donatur yang sudah dan masih mempercayakan Zakat Infaq Sedekahnya melalui Yakesma, Melalui program peduli Da’i / Da’iah yang ada di Yakesma ini semoga akan semakin banyak para Da’i / Da’iah yang bisa kita bantu dan perhatikan, semoga menjadi amal kebaikan bagi kita semua.

Baca Juga : Paket Sembako Untuk Janda & Dhuafa Bangka Belitung