April 10, 2019

Larut dalam Rebahan

Responsive image

Menyelesiakan tumpukan tugas menjelang dateline adalah keharusan karena jika dibiarkan akan menjadi bom waktu. Pekerjaan yang menumpuk memaksa kita untuk bekerja keras. Waktu kerja pun terpaksa bertambah. Terpaksa, memaksakan diri untuk bekerja sampai larut malam.

Apakah ini yang disebut workaholic atau pekerja keras? Workaholic dan pekerja keras, keduanya sama-sama senang bekerja. Bedanya, Workaholic seperti seseorang yang kecanduan untuk bekerja. Ia rela mengorbankan dirinya hanya untuk bekerja. Sementara pekerja keras memiliki etos kerja yang tinggi. Di sela-sela aktivitas kerjanya, Ia masih punya waktu untuk bersantai, rekreasi atau sekedar bersosialisasi dengan masyarakat.

Workaholic dan pekerja keras tidak bekerja karena tugas yang menumpuk di akhir waktu. Mereka bekerja karena senang dan ingin mencapai target yang maksimal. Sehingga dateline sangat jarang mengejar mereka. Bahkan, mereka yang menarik dateline menjadi lebih awal dari seharusnya. Jadi, seseorang yang menyelesaikan tumpukan tugas menjelang dateline sampai larut malam, bukan seorang workaholic atau pekerja keras.

Kemampuan bekerja setiap orang memang berbeda. Ada yang bisa bekerja cepat, ada juga yang harus bertahap. Bijaknya seorang professional ialah memahami kemampuan dirinya dan membuat pengelolaan waktu kerja yang efektif dan efisien. Alhasil, pekerjaan selesai tepat waktu dan kondisi tubuh tetap terjaga.

Jika setiap orang mampu menyelesaikan tugas dengan kemampuan yang berbeda, lantas apa yang membuat pekerjaan menumpuk menjelang dateline?  Jawabnya, larut dalam rebahan. Terlalu sering menunda-nunda pekerjaan dan gampang teralihkan oleh kegiatan yang melalaikan. Misal, nonton postingan youtuber favorit  berjam-jam.

Rebahan memang perlu, tapi tidak sampai menghabiskan satu film. Pengelolaan waktu yang baik bagi professional membuatnya tetap update medsos, fashion, berita, tilawah dan update  pekerjaan. Aktivitas yang bernilai gaul tidak bisa dipisahkan dari kehidupuan generasi langgas. Namun etos kerja semestinya melekat dan tercermin pada aktivitas yang bernilai guna.  Sehingga semuanya menjadi prakondisi dari hasil kerja yang gemilang.  

Baca juga : Lakukan hal ini agar menjadi orang yang baik.