May 11, 2022

Ibadah Harta Adalah Ibadah Pertama di Dunia – Oleh Ustadz Atabik Luthfi

Responsive image

Jakarta-DR.Attabik Luthfi,MA Ketua Dewan Syariah Pusat LAZNAS Yayasan Kesejahteraan Madani (YAKESMA) mengungkapkan bahwa Ibadah Harta merupakan ibadah pertama kali yang dilakukan manusia.

 

“Ibadah Harta pertama kali dilakukan oleh anak-anak Nabi Adam As, Qabil dan Habil. Qabil memberikan kurban terbaik dari Hasil Peternakannya, dan Habil memberikan kurban terburuk dari hasil pertaniannya. Lalu Allah SWT menerima Kurban dari Habil dikarenakan memberikan yang terbaik dari hasil peternakannya, ungkap Attabik Lutfi, saat memberikan ceramah Halal Bihalal LAZNAS YAKESMA di Kantor Pusat, Rabu (11/05)

 

Rasulullah SAW bersabda, lanjut Attabik, Wahai Amru, sebaik-baik harta adalah harta yang dimiliki oleh hamba yang Shalih. Karena harta yang dimiliki hamba yang shalih akan membawa kemaslahatan untuk dunia dan akhirat.

 

“Dalam konteks pengelolaan zakat, mustahik (Penerima Manfaat) dan muzakki (orang yang mengeluarkan zakat) keduanya harus diupayakan dari golongan orang-orang shalih. Disinilah peran Lembaga zakat untuk mensholihkan ke mustahik,” ucap Attabik.

 

Dalam surat Al Hasyr ayat 9, lanjutnya, Allah SWT berfirman: “Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” 

 

“Ayat diatas menceritakan dua kelompok kaum yang terbaik sepanjang masa, yaitu kaum Muhajirin dan Anshar. Mereka memiliki sifat yang sangat mulia, yaitu diantara mereka tidak memiliki keinginan terhadap apa yang diberikan kepada yang lain dan mereka mementingkan saudaranya dibandingkan diri mereka sendiri,”tambahnya

.

Dalam sebuah hadits juga disampaikan bahwa, “Tidak diperbolehkan hasad (iri hati) kecuali terhadap dua orang: Orang yang dikaruniai Allah (kemampuan membaca/menghafal Alquran). Lalu ia membacanya malam dan siang hari, dan orang yang dikaruniai harta oleh Allah, lalu ia menginfakannya pada malam dan siang hari.” sambung ustadz kelahiran Cirebon ini.

 

Dalam penutup ceramahnya, Ustadz Attabik mengingatkan dalam bulan syawal ini kita harus melakukan 3 hal, yaitu memberikan apresiasi dari setiap pencapaian di Ramadhan, saling tolong menolong dalam kebaikan, dan senantiasa saling mendoakan.(Guswan)