Mobil Klinik Yakesma, Komitmen Untuk Kesehatan Pengungsi Rohingya


Sejak meledaknya arus pengungsi Rohingya dari Myanmar pada 25 Agustus tahun lalu, saat ini diperkirakan terdapat sekitar 919,000 pengungsi Rohingya yang tersebar di beberapa titik di Cox's Bazar, Bangladesh. Walaupun terhitung relatif sedikit, namun hingga saat ini para pengungsi masih berdatangan dari wilayah Myanmar.

Setahun lebih tinggal di pengungsian, mereka harus menghadapi berbagai macam persoalan, terutama masalah kesehatan. Sanitasi dan kualitas air yang buruk, serta pemahaman akan pola hidup bersih dan sehat merupakan beberapa diantara penyebab timbulnya permasalahan kesehatan bagi para pengungsi.

Saat ini tim kemanusiaan Yakesma sedang berada di lokasi pengungsian Rohingya di Cox’s Bazar, Bangladesh dalam rangka monitoring dan evaluasi program mobil klinik yang sudah dijalankan oleh Yakesma sejak bulan April lalu. Kunjungan ini merupakan kunjungan kedua dari tim kemanusiaan Yakesma setelah kunjungan terakhir Desember tahun lalu.

Program mobil klinik ini bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis kepada pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar. Dengan satu unit ambulan, dan 5 orang kru beserta tenaga medis, tim kesehatan mobil klinik Yakesma memberikan pelayanan gratis kepada pengungsi Rohingya berupa pelayanan kesehatan umum, konsultasi dan cek kondisi ibu hamil, pemberian imunisasi, serta edukasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain menyasar pengungsi Rohingya, program ini juga akan memberiokan manfaat kepada warga lokal di sekitar pengungsian.

Mainul, dokter relawan Yakesma menyampaikan bahwa setiap hari rata-rata sekitar 100 pasien mendatangi klinik Yakesma untuk mendapatkan perawatan kesehatan dengan keluhan utama para pengungsi adalah infeksi pernapasan, diare, dan penyakit kulit. “Para pengungsi sangat senang karena mendapatkan pengobatan dan pelayanan kesehatan gratis, semoga program ini dapat terus berlanjut” sambungnya.

Samuda (32 th) salah seorang pengungsi di kamp pengungsian Unchiprang mengatakan bahwa dia menderita sakit asam lambung dan Alhamdulillah setelah rutin berobat ke klinik Yakesma penyakitnya berangsur pulih. Samuda juga mengucapkan terimakasih kepada Yakesma dan para donatur yang telah menjalankan program ini.

Sementara itu Mustad Ahmed (50 th), salah seorang pengungsi lain juga mengucapkan terimakasih kepada Yakesma dan para donatur karena dia dapat berobat secara gratis di klinik ini untuk mengatasi keluhan penyakitnya. “Saya menderita penyakit asam lambung dan tekanan darah rendah, Alhamdulillah dapat berobat disini” tuturnya.

Pemerintah Bangladesh dan WHO sangat mengapresiasi program mobil klinik ini, WHO bahkan memasukkan tim kesehatan Yakesma kedalam Mobile Medical Team (MMT) mereka sebagai salah satu tim medis untuk merespon keitka situasi darurat dan bencana terjadi di kamp pengungsian. Program ini insya Allah akan terus berlanjut hingga bulan April mendatang dan diharapkan akan dapat diteruskan hingga jangka waktu yang lebih panjang. Terimakasih kepada seluruh donatur dan masyarakat Indonesia yang telah berkontribusi sehingga program ini dapat terlaksana dengan baik, semoga Yakesma dapat terus memberikan manfaat kepada para pengungsi Rohingya.