Program Sebar Hewan Kurban atau disingkat dengan SHK adalah nama baru program kurban Yakesma yang dilaksanakan seap hari raya Idul Adha bersama dengan fakir, miskin, para guru dan da’i serta masyarakat di daerah pelosok terpencil yang menjadi daerah binaan Yakesma dan tempat da'i berkhidmat. Di tahun 2016, Program Kurban Yakesma telah mendistribusikan hewan kurban sebanyak 596 di 16 lokasi penyaluran, melipu Sumbar, Papua, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, NTB, Jakarta, dan Palopo. Program kurban ditahun 2017 ini mengusung tema membangun dunia akhirat dengan cakupan sebar kurban nasional, arnya dengan sebar kurban nasional kami berharap masyarakat terpencil di seluruh Indonesia mendapatkan penyaluran distribusi hewan kurban dari para donatur dan dapat membawa kebahagiaan dunia dan akhirat. Tahun 2017 kami mencoba mengajak berbagai mitra untuk mengantar atau mendistribusikan hewan kurban melalui Yakesma agar terwujudnya sebar kurban nasional secara merata dan lebih banyak lagi penerima manfaat yang merasakan kebahagiaan.

Dusun Batu  Gerantung, Desa Loloan, Lombok Utara, NTB adalah salah satu fokus daerah penyaluran SHK tahun ini. Ada 46% penduduk dusun yang tidak sekolah dari 750 jiwa total penduduk dusun. Mereka tidak sekolah disebabkan oleh faktor ekonomi, lingkungan dan sosial budaya. Letak SD berada di tengah kampung, sedangkan untuk SMP dan SMA berjarak 4 km dari Dusun Batu Gerantung. Dari segi fasilitas kesehatan dusun, sampai saat ini hanya ada posyandu dan bidan keliling desa saja. Itupun pemeriksaannya hanya sekali dalam sebulan. Sedangkan untuk puskesmas jaraknya cukup jauh, yakni bisa mencapai 5 KM, apalagi RSUD sangat jauh dari dusun ke pusat pemerintahan Tanjung yaitu kurang lebih 8 KM.

Sebagian besar penduduk di dusun Batu Gerantung bermata pencaharian sebagai petani dan porter (buruh pembawa barang wisatawan yang akan mendaki Gunung Rinjani). Warga dusun hanya mengandalkan sebuah masjid dan sebuah rumah adat Untuk kegiatan beribadah mereka sehari hari. Mayoritas penduduknya beragama islam namun masih kental dengan ragam adat dan budaya.

 

PROGRAM KURBAN YAKESMA