ZIS merupakan kepanjangan dari Zakat, Infaq Sodaqoh. Zakat itu sendiri secara Bahasa (lughat), berarti : tumbuh; berkembang berkah, membersihkan atau mensucikan. Zakat memiliki persyaratan hukum yang sudah ditetapkan, seperti jenisnya, jumlah dan waktunya. Dalam Al Qur’an, kata zakat disandingkan dengan kata shalat, jika kita cermati, shalat dan zakat memiliki kesamaan dalam posisi hukum. Masing-masing dari keduanya (Shalat dan zakat) memiliki dalil-dalil hukum yang jelas sehingga keduanya menjadi wajib dan berdosa apabila di tinggalkan atau tidak dilakukan sesuai dengan aturan dalam syariat. Sedangkan Infaq dari sisi leksikal infaq bermakna : mengorbankan harta dan semacamnya dalam hal kebaikan. Dengan demikian, kalau kedua makna ini di gabungkan maka dapat dipahami bahwa harta yang dikorbankan atau didermakan pada kebaikan itulah yang mengalami keterputusan atau lenyap dari kepemilikan orang yang mengorbankannya. Berdasarkan pengertian di atas, maka setiap pengorbanan (pembelanjaan) harta dan semacamnya pada kebaikan disebut al-infaq. Dalam infaq tidak di tetapkan bentuk dan waktunya, demikian pula dengan besar atau kecil jumlahnya. Tetapi infaq biasanya identik dengan harta atau sesuatu yang memiliki nilai barang yang di korbankan. Infaq adalah jenis kebaikan yang bersifat umum, berbeda dengan zakat. Untuk Shodaqoh merupakan jenis kebaikan yang sifatnya lebih luas dari zakat dan infaq, maka seringkali kita menemukan kata shodaqoh ini di artikan dengan zakat atau dengan infaq. Shodaqoh dapat dimaknai dengan satu tindakan yang dilakukan karena membenarkan adanya pahala/balasan dari Allah SWT. Seperti halnya infaq, dalam shodaqoh tidak di tetapkan bentuknya, bisa berupa barang, harta maupun satu sikap yang baik. Jika ia berupa harta atau barang, maka shodaqoh tidak di tetapkan waktunya, dan jumlahnya.

PROGRAM ZIS YAKESMA