November 7, 2019

BERJUANG UNTUK PENDIDIKAN ANAK MESKI KEHILANGAN SATU TANGAN

Wowo Kuswo, seorang buruh harian lepas yang tidak bisa beraktivitas seperti sedia kala karena kecelakaan yang mengakibatkan tangan kanannya diamputasi. kecelekaan terjadi saat Bapak 48 tahun ini menjadi kuli bangunan di pembangunan rumah tetangganya di Kp. Bunar, Kec. Cigudeg – Bogor.

Kecelakaan itu bermula saat salah satu kayu kerangka bangunan rumah jatuh menimpa kabel listrik yang mengakibatkan terbakarnya kerangka rumah. Pak Wowo menjadi salah satu korbannya. Ia mengalami luka bakar yang cukup parah di tubuhnya. Tangan kanan Pak Wowo harus diamputasi karena mengalami luka yang sangat parah.

Bapak tiga anak ini dilarikan ke RSUD Bogor pada hari itu juga. Alhamdulillah biaya perawatan di-cover oleh program KIS (Kartu Indonesia Sehat). Selama dua bulan menjalani rawat inap. Setelah rawat inap Pak Wowo masih harus istirahat selama tiga bulan di rumah sembari cek up untuk mengontrol perkembangannya. Selama tiga bulan masa pemulihan Pak Wowo dirawat dan dituntun untuk berjalan oleh istirnya.

Kini hari-hari pak wowo diisi dengan berdagang bersama istri di warung kecilnya. Hasil dari jualan ini ia pergunakan untuk mencukupi keperluan sehari-hari bersama istri dan ketiga anaknya. Namun, dari hasil berjualan itu belum bisa mencukupi kebutuhan sekolah ketiga anaknya yang duduk dibangku SMK, SMP dan SD. Sementara, kondisi pak Wowo yang sekarang ia belum bisa mendapatkan pekerjaan tambahan lagi.

Untuk mencukupi kebutuhan sekolah anaknya, Pak Wowo sering kali datang ke lembaga sosial untuk mengajukan bantuan biaya pendidikan anaknya. Tapi dari pengajuan-pengajuan itu yang dibiayai oleh lembaga sosial hanya satu anaknya yang duduk dibangku sekolah. Jadi Pak Wowo mengatur.

“Saya sebenarnya malu kalau harus terus-terusan ngajuin dana ke lembaga” kata pak Wowo.

Harapan Pak Wowo sekarang adalah mendapatkan tambahan modal usaha. Tambahan modal itu akan ia pergunakan untuk mengembangkan usaha warung kecilnya. Harapnya ia tak perlu lagi mengajukan dana pendidikan ke lembaga-lembaga sosial. Karena sudah bisa tercukupi oleh usaha warungnya.